Kamis, 01 Mei 2014

Kau Tembak Tepat di Jantungku (2)

Dunia seolah kembali ke masa satu dekade yang lalu.Masa yang menghalau sinar mentari bertemu gunung yang setia menunggu.
Masa ketika Mentari mencoba berkompromi dengan keputusan yang dianggapnya dapat membawanya pergi dari luluh lataknya rasa yang ia bangun diam diam.


"My Sun tau ngga kabar terbaru tentang teman baikmu sekarang,sepertinya dia lagi mo mengakhiri status jomblonya wkakakaka....",tiba tiba buzz dari YM di desktop membuat kaki ini tak bertulang
Degg....gaya khas Mas Andromeda yang selalu memanggilku dengan nama panggilan spesialnya My Sun dan ngeBuzz tiba tiba kali ini tak membuat aku semangat.
Ku biarkan saja Mas Andromeda mengirim pesannya berkali kali  tampa ku balas.Mata ini terasa berat,sekejab saja dua aliran sungai airmata ini membasahi baju.

Mata ini nanar membaca tulisan dilayar 
Andromeda: teman baikmu itu wara wiri ama si cantik Lolita,adik kelas kami loh.Wah ngga nyangka anak cuek itu bisa berpakaian rapi jali dek...Kemarin ketemu pas Mas nonton.Alamak boleh juga ya gayanya menaklukan cewek.Kayaknya julukan si Dekil untuk Arga ngga pas lagi dek.
Rambutnya aja huuu..ngga nahan hahaha...pokoknya beda banget....sepertinya selesai wisuda bulan depan dia langsung ke penghulu tuh....

Di tinggalkannya begitu saja layar yang masih menyala.Ditariknya selimut menutupi seluruh tubuhnya.
Dunia terasa sempit untuknya.
Mentari sudah tak menyadari bahwa selimut ini telah basah.Matanya sudah sembab oleh sesuatu yang ia sendiri tak tahu itu apa.
Cemburu....?hah...sungguhkah aku cemburu,dia bukan siapa siapa.
Si dekil itu menyebalkan sekali,sambil nguyel nguyel selimut
Duh...tapi kenapa airmata ini tak bisa ditahan mengalirnya.
Tidakkkk....Aku bukan cewek yang ada di novel picisan,bukan...bukan...mengerutu Mentari panjang pendek sambil melempar selimutnya ke pojok kamar.
Huh...emang Si Dekil itu sehebat apa bikin aku nangis bombay gini,gerutu Mentari sambil memencet hidungnya yang mampet.
Awas ya...ngga tak kasih ampun,di kiranya hanya dia yang paling laku
Huh...tunggu pembalasanku Dekil...

Terlihat mata Mentari berubah dari muka penuh kesedihan berubah jadi kemarahan
Aku pasti bisa membalasnya,Dor....,desis mentari sambil menggerakkan tangannya meniru gerakan menarik pelatuk pistol dengan jari jarinya ke arah boneka Goofy yang tergantung di curtain jendela kamarnya.
Tapi terlihat jelas mata indah yang penuh kemarahan itu tak bisa menutupi pedih hatinya


***********************************************************************

Sudah hampir enam bulan tak berjumpa dengan gadis itu membuat Arga uring uringan.
Semua email yang dikirim statusnya delivery failures Arghh...
Kalau saja gadis itu ada di hadapannya akan aku kunyel kunyel rambutnya.
Parahnya account ym kepunyaan gadis itu di non aktifkan.Pernah sekali aku hampir melompat kegirangan melihat ym punyanya online tapi dengan status busy,huh...sok sibuk banget
Tapi benar,di buzz tak ada respon.
Yang menjengkelkan ketika pulang ke Bandung kemarin gadis itu ternyata tidak pulang untuk berlibur.
Benar benar menyebalkan.Kebayang kesal yang menumpuk di dada,waktu wisudapun ia tak mengucapkan selamat.
Padahal Aku yakin ia tahu hal itu.Sudah jauh jauh hari ku wanti wanti untuk mengirimkan ucapan selamatnya padaku.
Bahkan pakai ancaman harus dialah orang pertama yang memberi ucapan selamat.
Tapi.....Arga sudah kehilangan akal.


Siang ini kembali lagi pulang ke Bandung demi mendengar kabar gadis itu terlihat berada di rumahnya tadi pagi.
Bisma adik lakiku menelponku sesaat setelah ia melihat gadis itu di teras   rumahnya.
Aku harus bertemu dengannya.Aku ingin mengatakan yang ada di dada ini.
Sesuatu perasaan indah yang aku  simpan bertahun tahun,bathin Arga.
Ingin memberitahukan gadis itu tentang perasaan rindu yang tertahan sebelum aku pergi menerima tawaran pekerjaan menantang di lepas pantai pulau Natuna.

Tapi manusia hanya berusaha dan tuhan yang menentukan segalanya.Hingga malam hari Arga tak bertemu gadis itu
Arga tak sempat menggerakkan tangannya meniru gerakan menarik pelatuk pistol dengan jari jarinya
Tak sempat berkata satu..dua dor...ke arah gadis yang menemani mimpi malam malamnya hingga ia harus terbang kembali

Gunung yang merindu Mentari.............


Bersambung.......................................











Tidak ada komentar:

Posting Komentar